Mengenali 5 Tantangan Pembelajaran Di Sekolah (Merdeka Belajar)

SLB Muhammadiyah Ponjong telah berusaha menerapkan konsep merdeka belajar. Sementara itu dalam perjalanan proses penerapan pembelajaran kami menemukan beberapa tantangan. Sebelum mengemukakan lebih lanjut tentang tantangan apa saja yang kami hadapi, alangkah baiknya kita refleksi terlebih dahulu tentang program merdeka belajar.

Pada tahun 2019 yang lalu bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengajak guru untuk membawa perubahan bagi sistem pembelajaran di Indonesia, salah satunya dengan mengajak siswa berdiskusi ketika belajar. Hal tersebut bertujuan untuk membuat siswa lebih aktif, berani menyampaikan argumentasi dan dapat memecahkan masalah dengan berdiskusi. Sehingga diciptakanlah program merdeka belajar.

Merdeka belajar merupakan suatu program kebijakan baru oleh yang di keluarkan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim. Program merdeka belajar in imerupakan salah satu upaya memajukan pendidikan Indonesia. Harapannya dengan adanya program ini pendidikan Indonesia lebih maju daripada negara lain.

Secara umum akan ada perubahan nantinya dalam sistem pembelajaran. Pembelajaran di dalam kelas tidak lagi menjadi kegiatan utama karena akan diisi kegiatan proyek dan focus pada pembelajaran yang lebih nyaman, menyenangkan dan murid dapat berdiskusi dengan guru lebih leluasa. Dengan adanya program belajar ini, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik untuk siswa, guru maupun orangtua.

Dengan program merdeka belajar, sistem pembelajaran tidak lagi hanya dengan mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi lebih berani berargumentasi, mandiri, beradab, berkompetensi, sopan dan cerdik dalam bergaul. Selain itu, pembelajaran tidak lagi menuntut peringkat kelas, karena dapat meresahkan anak maupun orangtua, mengingat kecerdasan setiap anak berbeda sesuai bidangnya masing-masing. Dengan begitu, sekolah diharapkan mampu membentuk pelajar yang siap kerja dan berkompeten serta memiliki budi pekerti yang baik.

Meskipun memiliki tujuan yang baik, program belajar ini belum sempurna untuk dapat kami lakukan. Ada beberapa kendala atau tantangan tersendiri yang harus kami hadapi. Berikut ini merupakan 5 tantangan program merdeka belajar bagi guru, di antaranya yaitu:

1. Zona Nyaman Sistem Pembelajaran

Tantangan nomor satu bagi guru yaitu susahnya keluar dari zona nyaman sistem pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Biasanya sistem pembelajaran dilakukan dengan memberikan materi, penjelasan atau pemaparan kepada murid sebesar 60% dari seluruh waktu pembelajaran di kelas. Hal tersebut tentu membuat siswa menjadi pasif di kelas karena mereka hanya mendengarkan lalu mencatatnya.

Dengan adanya program merdeka belajar, maka sistem pembelajaran akan lebih aktif dengan mengajak siswa berdiskusi dan memecahkan masalah bersama. Namun ini menjadi tantangan besar bagi guru untuk untuk mengajak siswa berdiskusi, mengingat siswa sudah nyaman dengan pembelajaran selama ini. Semua Anak itu Cerdas Menurut Konsep Multiple Intelligence. Semua anak itu cerdas. Anak-anak itu memiliki kemampuan kecerdasannya masing-masing. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner memandang bahwa semua anak itu cerdas dan kecerdasan itu bersifat majemuk.

2. Belum Memiliki Pengalaman Program Merdeka Belajar

Karena Guru tidak memiliki pengalaman mengajar dengan program merdeka belajar, maka hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Setidaknya terdapat dua kendala yang dirasakan oleh guru untuk mengubah cara mengajar mereka, yang pertama yaitu tidak memiliki pengalaman merdeka belajar, dan yang kedua mereka terbiasa mendengarkan penjelasan dari guru pada saat sekolah atau kuliah. Minimnya pengalaman personal guru dapat mempengaruhi cara mengajar mereka di kelas.

3. Literasi dan Referensi Terbatas

Tantangan yang harus dihadapi guru selanjutnya yaitu keterbatasan referensi penyampaian materi, baik dalam teks pelajaran maupun pada buku guru yang diterbitkan oleh pusat perbukuan atau penerbit swasta. Karena keterbatasan referensi inilah yang membuat guru sulit memperoleh rujukan penyampaian materi serta memfasilitasi pembelajaran pada siswa dengan efektif. Baik buku yang dimiliki siswa maupun guru dinilai masih rendah kualitasnya.

4. Skill Mengajar

Guru harus mengupgrade keterampilan mengajar sesuai dengan program merdeka belajar. Cobalah untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk berargumentasi, berpendapat, atau memberi soal dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (soal HOTS).

Namun sayangnya masih banyak guru yang belum memahami model soal HOTS hingga saat ini. Sebagai gantinya, guru dapat memberikan soal sederhana yang membutuhkan kebebasan berpikir siswa. Dengan begitu program kemerdekaan belajar dapat diwujudkan dengan baik.

5. Fasilitas dan Kualitas Guru Kurang

Program merdeka belajar dikhawatirkan dapat meningkatkan ketimpangan pendidikan, lantaran terdapat beberapa sekolah yang mungkin belum siap dengan kebebasan program tersebut. Hal tersebut dikarenakan minimnya fasilitas serta kualitas guru untuk membuat sistem penilaian sendiri. Tentunya ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

Apa Pentingnya Higher Order Thinking Skills (HOTS) di Kurikulum Pak Nadiem?

Selain peran guru sebagai tombak pelaksana, konsep Merdeka Belajar membutuhkan sumber materi yang tepat agar kurikulum berjalan maksimal. Guna mempersiapkan hal tersebut, guru dan murid di masa kini dituntut untuk memiliki kemampuan HOTS atau Higher Order Thinking Skills.

Selain itu, sebagian besar sekolah mempertanyakan standar kelulusan untuk menggantikan Ujian Nasional bila dihapus. Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, Nadime mengatakan bahwa sekolah dapat menentukan sendiri standar nasional melalui cara penilaian serta bentuk tes yang dilakukan. Karena pihak sekolah sendiri yang lebih mengetahui kondisi serta perkembangan belajar anak.

Itulah 5 tantangan yang harus dihadapi oleh guru maupun sekolah. Untuk mencapai kemerdekaan belajar yang baik, tentunya guru membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari orangtua siswa, siswa, sekolah, pemerintah hingga masyarakat luas. Salah satu bentuk dukungan dari pemerintah yaitu dengan membentuk pelatihan atau pembelajaran bagi guru untuk meningkatkan kompetensi guru.

Luluk Bambang Sulistyo, S.P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.